Gambaran Kondisi Ventilasi dan Kelembaban Udara Kamar Tidur Penderita ISPA
Abstract
Acute Respiratory Infection (ARI) remains a highly prevalent communicable disease. In Koto Tangah Village, Tanah Datar Regency, 42 ARI cases were reported during the last three months based on data from Tanjung Emas Health Center in 2025. Environmental factors, particularly bedroom ventilation and air humidity, are suspected to contribute to ARI incidence. This study aimed to describe the ventilation and air humidity conditions of bedrooms occupied by ARI patients. A descriptive quantitative design was used with total sampling of 42 houses of ARI patients. Primary data were collected through direct measurements using a measuring tape and humidity meter, while secondary data were obtained from Tanjung Emas Health Center. Data were analyzed using univariate analysis. The results showed that 69.0% of bedrooms had inadequate ventilation (≤10% of floor area), and 81.0% had air humidity outside the recommended range of 40–60%. In conclusion, most bedrooms of ARI patients did not meet health standards, indicating the need to improve air circulation and maintain appropriate indoor humidity to reduce the risk of ARI.
Downloads
References
Ayu RD, Sa’ban Z, Aqida DF, et al. Pengaruh Media Edukasi Poster ISPA terhadap Pengetahuan Siswa di Desa Baru Batu, Kabupaten Pangkep. Jurnal Mandala Pengabdi Masyarakat. 2024;5(1):170-178.
Tina Y. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Penatalaksanaan ISPA Pada Balita Di Posyandu Tina Yuli Fatmawati 1. 2020;17(3):227-234.
Rahmadanti D, Darmawansyah Alnur R. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian ISPA Pada Balita. Jurnal Sains dan Kesehatan. 2023;2(2):20-28.
Khristiani ER, Sekarwati N. Hubungan Kepadatan Hunian Dan Ventilasi Kamar Dengan Kejadian Penyakit Ispa Di Desa Wareng Sruwohrejo, Purworejo. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2022;15(2):71-74.
Oktaviani, D; Fajar, NA; Purba I. Hubungan Kondisi Fisik Rumah Dan Perilaku Keluarga Terhadap Kejadian Ispa Pada Balita Di Kelurahan Cambai Kota Prabumulih Tahun 2010. Jurnal Pembangunan Manusia. 2011;4(12).
Titi Saparina L, Rasni Intan. Relationship of the Physical Environment with the Incidence of ARI in Toddlers. Miracle Jurnal Public Health. 2021;4(2):176-186.
Kementerian Kesehatan. Permenkes No. 2 Tahun 2023. Kemenkes Republik Indonesia. 2023;(55):1-175.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Copyright Notice
Pernyataan Hak Cipta dan Lisensi
Dengan mengirimkan manuskrip ke Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan persetujuan dokumen khusus.
Hak Cipta :
Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional
Hak cipta atas artikel apa pun di Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri dipegang penuh oleh penulisnya di bawah lisensi Creative Commons CC BY-NC-SA 4.0.
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mempertahankan semua hak mereka atas karya yang diterbitkan, tak terbatas pada hak-hak yang diatur dalam laman ini.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri sebagai yang pertama kali mempublikasikan dengan lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional (CC BY-NC-SA-4.0).
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri.
- Penulis menjamin bahwa artikel asli, ditulis oleh penulis yang disebutkan, belum pernah dipublikasikan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang secara eksklusif dipegang oleh penulis.
- Jika artikel dipersiapkan bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang mengirimkan naskah menjamin bahwa dia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis persyaratan kebijakan ini. Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis.
Lisensi :
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri diterbitkan berdasarkan ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional (CC BY-NC-SA 4.0). Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk :
Menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun serta menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan, bahkan untuk kepentingan komersial, selama mereka mencantumkan kredit kepada Penulis atas ciptaan asli.















