Penggunaan Disinfektan Spray Minyak Atsiri Kulit Kayu Manis sebagai Penurunan Angka Kuman Meja Makan
Abstract
Dining table hygiene in restaurants is a critical issue because microbial contamination can lead to foodborne illness. Natural disinfectants made from cinnamon bark essential oil (Cinnamomum burmannii) offer a safer alternative due to their antibacterial compounds, particularly cinnamaldehyde and eugenol. This study aimed to evaluate the effectiveness of cinnamon bark essential oil spray at concentrations of 2%, 4%, and 6% in reducing the germ count on dining tables. A quasi-experimental method with a Non-Equivalent Pretest–Posttest Control Group Design was employed. The study involved 24 dining table germ count measurements with six replications for each treatment and control group. Data were analyzed using Paired Samples t-Test, One-Way ANOVA, and LSD tests. The results showed that the average germ count decreased from 104 to 30.8 CFU/cm² at 2% concentration, from 101.2 to 23.2 CFU/cm² at 4%, and from 99 to 13.3 CFU/cm² at 6%. Statistical analysis indicated significant reductions before and after treatment (p = 0.000) and significant differences among concentrations (p = 0.009). Therefore, cinnamon bark essential oil has strong potential as a natural disinfectant for restaurant dining tables.
Downloads
References
Kepmenkes. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia 1098/MENKES/SKNII/2003 Tentang Persyaratan Sanitasi Rumah Makan dan Restoran. Vol. 49, Demographic Research. 2003. 1-33 : 29 pag texts + end notes, appendix, referen p.
Tumelap HJ. Tikala Manado. Kondisi Bakteriol Peralat Makan Di Rumh Makan Jombang Tikala Manad. 2011;1(1):20–7.
Slamet JS. Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press; 2014.
Word Health Organization. Food Safety. 2022.
Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah. 2006.
Lay BW. Analisis Mikroba. Jakarta: PT Radja; 2002.
Wibowo A, Wulandari N, Hadiman M, Saputra D, Nurisma N, Khumaeroh MS. Penyemprotan Desinfektan Dan Membagikan Masker Sebagai Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 Di Wilayah RW 11 Kelurahan Cipadung Spraying Disinfectants And Distributing Mask As A Means To Prenevt The Spread Of Covid-19 In The RW 11 Area Kelurahan Cipadung. 2021;(November).
Intan K, Diani A, Nurul ASR. Aktivitas Antibakteri Kayu Manis (Cinnamomum burmanii) terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus. J Kesehat PERINTIS (Perintis’s Heal Journal). 2021;8(2):121–7.
Khatima RK, Chotimah C, Eva AFZ. UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans PADA GIGI TIRUAN AKRILIK. J Ilm As-Syifaa. 2017;9(2):112–21.
Gupta C, Garg AP, Uniyal RC, Kumari A. Comparative analysis of the antimicrobial activity of cinnamon oil and cinnamon extract on somefood-borne microbes. African J Microbiol Res. 2008;2(9):247–51.
Syahrizal. Pemanfaatan Bubuk Kayu Manis (Cinnamomun Veru) Sebagai Bioinsektisida Alami Untuk Mengusir Lalat Rumah (Musca Domestica). e-Jurnal Poltekkes Aceh. 2017;10(1).
Lukman A, Susanti E, Oktaviana DR. Formulasi Gel Minyak Kulit Kayu Manis (Cinnamomum burmannii Bl) sebagai Sediaan Antinyamuk. J Penelit Farm Indones. 2012;1(11):24–9.
Shan B, Cai YZ, Brooks JD, Corke H. The in vitro antibacterial activity of dietary spice and medicinal herb extracts. Int J Food Microbiol. 2007;117(1):112–9.
Insani FR. Uji Potensi Antibakteri Minyak Atsiri Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) Terhadap Aktivitas Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus epidermidisitle. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta; 2020.
Putri SA. Penggunaan Minyak Atsiri Kayu Manis Sebagai Desinfektan Sediaan Alginat. Universitas Airlangga; 2013.
Safitri M, Fariztamarin AD. Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Gel Hand Sanitizer Dengan Minyak Atsiri Kulit Kayu Manis (Cinnamomi Burmannii Cortex). J Ilm JKA (Jurnal Kesehat Aeromedika). 2023;9(1):37–43.
Utchariyakiat I, Surassmo S, Jaturanpinyo M, Khuntayaporn P, Chomnawangcorresponding MT. Efficacy of cinnamon bark oil and cinnamaldehyde on anti-multidrug resistant Pseudomonas aeruginosa and the synergistic effects in combination with other antimicrobial agents. MC Complement Altern Med. 2016;16(158).
Khalil AA, Rahman U ur, Khan MR, Sahar A, Mehmood T, Khan M. Essential oil eugenol: sources, extraction techniques and nutraceutical perspectives. RSC Adv. 2017;7:32669–81.
Atki Y El, Aouam I, Nayme K, Lyoussi B. Antibacterial activity of cinnamon essential oils and their synergistic potential with antibiotics. J Adv Pharm Technol Res. 2019;10:63–7.
Fadlilah SLN, Effendi MH, Tyasningsih W, Suwanti LT, Rahmahani J, Harijani N, et al. Antibakteri Minyak Atsiri Kulit Batang Kayu Manis ( Cinnamomum burmannii ) terhadap Pertumbuhan Methicillin- Resistant Staphylococcus aureus. J Med Vet. 2021;4(1):56–62.
Vasconcelos NG, Croda J, Simionatto S. Antibacterial mechanisms of cinnamon and its constituents: A review. Microb Pathog. 2018;120:198–203.
Mith H, Dure R, Delcenserie V, Zhiri A, Daube G, Clinquart A. Antimicrobial activities of commercial essential oils and their components against food-borne pathogens and food spoilage bacteria. 2014;403–16.
Salima T, Nurwaini S. OPTIMASI KOMPOSISI EMULGATOR TWEEN 80 DAN SPAN 80 TERHADAP STABILITAS STABILITAS FISIK DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EMULGEL MINYAK ATSIRI ROSEMARI ( Rosmarinus officinalis ) TERHADAP Staphylococcus aureus. J Pharm. 2023;2(2):189–200.
Bagiana ISIK. Optimasi Tween 80 Dan Span 80 Dalam Sediaan Krim Ekstrak Etanol Daun Iler (Coleus Atropurpureus (L) Benth) Dan Aktivitas Antibakteri Staphylococcus Aureus Atcc 25923. Media Farm Indones. 2017;10(2).
Pranacipta SH. Perbandingan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Sirih Merah (Piper Crocatum) dengan Menggunakan Pelarut Tween dan Aquades Terhadap Staphylococcus Aureus Atcc 25923. Universitas Islam Indonesia; 2016

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Copyright Notice
Pernyataan Hak Cipta dan Lisensi
Dengan mengirimkan manuskrip ke Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan persetujuan dokumen khusus.
Hak Cipta :
Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional
Hak cipta atas artikel apa pun di Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri dipegang penuh oleh penulisnya di bawah lisensi Creative Commons CC BY-NC-SA 4.0.
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mempertahankan semua hak mereka atas karya yang diterbitkan, tak terbatas pada hak-hak yang diatur dalam laman ini.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri sebagai yang pertama kali mempublikasikan dengan lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional (CC BY-NC-SA-4.0).
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri.
- Penulis menjamin bahwa artikel asli, ditulis oleh penulis yang disebutkan, belum pernah dipublikasikan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang secara eksklusif dipegang oleh penulis.
- Jika artikel dipersiapkan bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang mengirimkan naskah menjamin bahwa dia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis persyaratan kebijakan ini. Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis.
Lisensi :
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri diterbitkan berdasarkan ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional (CC BY-NC-SA 4.0). Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk :
Menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun serta menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan, bahkan untuk kepentingan komersial, selama mereka mencantumkan kredit kepada Penulis atas ciptaan asli.















