Jurnal Gizi Mandiri https://jurnal.poltekkespadang.ac.id/ojs/index.php/gizi <p><strong>Jurnal Gizi Mandiri</strong> merupakan jurnal ilmiah nasional yang memuat artikel penelitian (research article) di bidang gizi dan kesehatan, yang terkait aspek gizi klinis, gizi masyarakat, gizi olahraga, gizi molekular, biokimia gizi, pangan fungsional, serta pelayanan dan manajemen gizi. Jurnal Gizi Mandiri (JGM) diterbitkan enam bulan sekali yaitu bulan <strong>Mei dan September</strong>&nbsp;. Jurnal Gizi Mandiri diterbitkan oleh Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Padang yang beralamat di Jl. Simpang Pondok Kopi Nanggalo Telp. (0751) 7058128 Padang . <em><strong>Email : gizi.mandiripoltekpdg@gmail.com</strong></em>/ Website : <strong><em>https://jurnal.poltekkespadang.ac.id/ojs/index.php/gizi/index</em></strong>.&nbsp;&nbsp;Oleh karena itu, Jurnal Gizi Mndiri juga terus mengundang para penulis untuk menyumbangkan artikel, terutama yang merupakan hasil-hasil penelitian kontemporer di bidang gizi dan kesehatan.</p> en-US gizi.mandiripoltekpdg@gmail.com (Jurnal Gizi Mandiri) alsriwindradoni79@gmail.com (Alsri Windra Doni) Sat, 31 Jan 2026 00:00:00 +0700 OJS 3.1.0.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Pengaruh Pemberian Jus Kombinasi Tomat dan Kurma Terhadap Takanan Darah Penderita Hipertensi di Nagari Sungai Sariak Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2025 https://jurnal.poltekkespadang.ac.id/ojs/index.php/gizi/article/view/1974 <p>Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Sungai Sariak. Upaya non-farmakologis seperti konsumsi pangan fungsional, misalnya tomat dan kurma, dinilai berpotensi membantu mengendalikan tekanan darah. Tomat mengandung likopen, kalium, dan vitamin C, sedangkan kurma kaya akan kalium, magnesium, dan serat, yang keduanya bermanfaat bagi kesehatan pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus kombinasi tomat dan kurma terhadap tekanan darah penderita hipertensi. Desain penelitian yang digunakan adalah <em>pre-eksperimen</em> dengan <em>one group pretest-posttest</em>. Sebanyak 27 responden dipilih secara <em>purposive sampling</em> dan diberikan jus tomat-kurma sebanyak 250 ml setiap hari selama 5 hari. Data tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi dianalisis menggunakan uji T-test berpasangan. Hasil menunjukkan penurunan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 18,07 mmHg dan diastolik sebesar 11,00 mmHg dengan nilai p = 0,000, yang berarti signifikan. Kesimpulannya, jus kombinasi tomat dan kurma efektif menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dan dapat dijadikan alternatif non-obat yang mudah dijangkau oleh masyarakat.</p> Fajla Zenia Putri, Hasneli Hasneli, Zurni Nurman, Eva Yuniritha, Hermita Bus Umar ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.poltekkespadang.ac.id/ojs/index.php/gizi/article/view/1974 Sat, 31 Jan 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Substitusi Tepung Udang Rebon (Acetes Spp.) Pada Rice Cracker Terhadap Mutu Organoleptik, Kadar Protein, Dan Daya Terima Anak Sekolah https://jurnal.poltekkespadang.ac.id/ojs/index.php/gizi/article/view/2163 <p>Anak usia sekolah sedang berada dalam fase pertumbuhan dan perkembangan yang pesat sehingga memerlukan asupan gizi yang optimal, khususnya protein. Salah satu jajanan yang digemari anak-anak adalah rice cracker, namun produk ini umumnya rendah kandungan proteinnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung udang rebon (Acetes spp.) terhadap mutu organoleptik, kadar protein, dan daya terima anak sekolah terhadap produk rice cracker. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu kontrol dan tiga perlakuan: F1 (7,5 g), F2 (10 g), dan F3 (12,5 g) tepung udang rebon dari total 50 g bahan dasar nasi. Penilaian organoleptik dilakukan oleh 25 panelis agak terlatih, sedangkan daya terima diuji pada 30 anak usia 10–12 tahun di SDN 05 Kubang Putiah. Kadar protein dianalisis secara laboratoris. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah F2 (10 g tepung udang rebon) dengan skor organoleptik tertinggi pada warna (3,04), aroma (2,96), rasa (2,76), dan tekstur (3,40). Substitusi tepung udang rebon meningkatkan kadar protein dari 16,88% (kontrol) menjadi 35,02% (F2). Daya terima anak terhadap produk sangat baik dengan tingkat konsumsi mencapai 100%. Simpulan dari penelitian ini adalah substitusi tepung udang rebon mampu meningkatkan kadar protein dan menjaga mutu organoleptik rice cracker sehingga dapat menjadi alternatif camilan sehat berbasis pangan lokal bagi anak sekolah.</p> Sajidah Aulia Putri, Nur Ahmad Habibi, Zulkifli Zulkifli, Sri Darningsih, Ismanilda Ismanilda ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.poltekkespadang.ac.id/ojs/index.php/gizi/article/view/2163 Fri, 10 Jul 2026 06:30:50 +0700 Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Tindakan Personal Higiene Penjamah Makanan Pedagang Kaki Lima di Sekitar Sekolah Dasar Negeri yang Ada di Kelurahan Surau Gadang Kota Padang https://jurnal.poltekkespadang.ac.id/ojs/index.php/gizi/article/view/2218 <p><sup>Pada tahun 2022, BPOM mencatat 5.505 kasus keracunan makanan, dengan 2.788 orang mengalami gejala dan lima meninggal. Sebagian besar kasus berasal dari jasa boga (31,94%) dan jajanan (23,61%). Penelitian Sheryn Annisa menunjukkan bahwa 51,4% pedagang tidak memenuhi standar hygiene dan sanitasi. Kondisi ini membahayakan anak-anak sekolah yang sering mengonsumsi jajanan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan tindakan personal higiene penjamah makanan pedagang kaki lima di sekitar SD Negeri di Kelurahan Surau Gadang, Padang, tahun 2025. Penelitian bersifat analitik dengan desain cross sectional, dilakukan Februari 2024Juni 2025, melibatkan 31 penjamah makanan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup yang terdiri dari kuesioner pengetahuan dan tindakan personal higiene, dianalisis dengan uji chi-square. Hasil menunjukkan 64,5% responden memiliki pengetahuan rendah, dan 77,4% menunjukkan tindakan personal higiene yang kurang. Uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dan tindakan personal higiene (p &gt; 0,05). Disarankan penjamah makanan selalu menjaga kebersihan diri, serta menggunakan sarung tangan dan penutup kepala saat mengolah makanan.<br></sup></p> Intan Tridinta, Safyanti Safyanti, Arlen Defitri Nazar, Defriani Dwiyanti, Elsyie Yuniarti ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.poltekkespadang.ac.id/ojs/index.php/gizi/article/view/2218 Fri, 10 Jul 2026 06:50:40 +0700