https://jurnal.poltekkespadang.ac.id/ojs/index.php/Pengabmas/issue/feedJurnal Pengabdian Masyarakat Sehat Mandiri2026-02-28T00:00:00+07:00Poltekkes Kemenkes Padangpengabmassehatmandiri@gmail.comOpen Journal Systemshttps://jurnal.poltekkespadang.ac.id/ojs/index.php/Pengabmas/article/view/2627Penguatan Kemampuan Kader Posyandu Terkait Pengolahan MP-ASI dan PMT Lokal dalam Upaya Pencegahan Stunting2026-02-05T15:41:18+07:00Ismanilda Ismanildaismanildaari@gmail.comGusnedi Gusnedigusnedi02@gmail.comSri Darningsihoneng.pdg@gmail.comEva Yunirithayunirithaeva2010@gmail.comDarwel Darwelwelpiero1@gmail.comZulkifli Zulkiflizulkiflihifni5@gmail.comNur Ahmad Habibinahindo2025@gmail.comAmalia Sucinahindo2022@gmail.comAgnes Permata Sarinahindo2022@gmail.comHafiza Putri Azzahranahindo2022@gmail.comIrfan Yusuf Benandranahindo2022@gmail.comZhafira Nur Hanimnahindo2022@gmail.com<p><em>Background : Stunting remains a nutritional problem of concern in Indonesia, including in South Solok Regency, West Sumatra Province, which has a stunting prevalence of 24.5%, higher than the national average. This condition is influenced by the low utilization of locally based supplementary feeding (PMT), limited menu diversity, and suboptimal capacity of Posyandu cadres in preparing supplementary foods and monitoring child growth.Objectives: This community service program aimed to improve the knowledge, attitudes, and skills of Posyandu cadres in processing locally based PMT while strengthening their capacity to conduct appropriate child growth monitoring according to standard guidelines. The program involved 16 Posyandu cadres and was implemented through socialization, nutrition education, cooking skills training, food processing demonstrations, food safety assistance, training on anthropometric measurements and growth chart interpretation, as well as Focus Group Discussions (FGDs) for the development of local PMT menus. Program evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments. Results: The results showed improvements in cadres’ knowledge and skills related to balanced nutrition, food safety, complementary feeding and supplementary feeding practices, and child growth monitoring. The average knowledge score increased from 82.5 in the pre-test to 90.9 in the post-test, representing an improvement of 10.2%. Conclusion : This program was effective in strengthening the capacity of Posyandu cadres and has the potential to support early detection of growth faltering and more targeted nutrition interventions as part of community-based stunting prevention efforts</em></p>2026-02-28T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.poltekkespadang.ac.id/ojs/index.php/Pengabmas/article/view/2615Skrining Penyakit TBC Metoda Ketuk Pintu (Knocking Door)2026-02-08T12:30:05+07:00R Firwandri Marzafirwandri@gmail.comErick Zicoferickzicof@gmial.comDeharnita Deharnitadeharnita@poltekkespadang.ac.id<p><em>Tuberculosis (TB) remains a significant public health problem in Indonesia, including Solok City. Low levels of active case detection result in many cases remaining undiagnosed and potentially transmitting the disease within households. This community service program aimed to improve early TB detection through door-to-door screening (knocking door method), enabling health workers to directly reach at-risk households. The program involved household data collection, symptom-based interviews using standardized instruments, identification of household contact history, assessment of environmental risk factors, and sputum collection from suspected individuals. The activity was conducted in Koto Panjang Village, Solok City, in collaboration with the community health center, health cadres, and students. The results showed that 209 households were successfully screened and 32 sputum samples were examined at the health center laboratory. One positive pulmonary TB case was identified and promptly referred for treatment, while 31 suspected cases were referred for further diagnostic examination. In conclusion, the door-to-door screening approach effectively increased early TB detection coverage and enhanced community awareness and education regarding TB prevention.</em></p>2026-02-28T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.poltekkespadang.ac.id/ojs/index.php/Pengabmas/article/view/2626Pendampingan Penerapan Keamanan Pangan pada Rumah Makan Ampera di Kecamatan Nanggalo, Kota Padang2026-02-10T11:13:34+07:00Sri Darningsihoneng.pdg@gmail.comNur Ahmad Habibinahindo2025@gmail.comRina Hasniyatirinahasniyati43@gmail.comMahfuzhatun Nisanahindo2022@gmail.comNafilah Zahidahnahindo2022@gmail.comRona Nur Fajrianinahindo2022@gmail.com<p><em>Food safety is a critical aspect in the culinary industry, especially for restaurants that serve the community daily. Ampera Restaurant in Nanggalo, Padang City, faces challenges in maintaining food safety standards, including raw material management, personal hygiene, kitchen sanitation, and the implementation of balanced nutrition in the menu. This community service activity aimed to improve the knowledge, skills, and awareness of restaurant owners and staff regarding food safety practices while supporting the preparation for the Hygiene Sanitation Feasibility Certificate (SLHS). The program was carried out through socialization, development of educational modules, counseling, practical hygiene application, monitoring and evaluation, and SLHS guidance. Knowledge evaluation using pre-test and post-test showed an increase in the average score from 60 to 75. Investments provided to partners included educational modules, personal hygiene kits, and stainless-steel equipment to support safe food handling practices. Students actively participated in module preparation, counseling, monitoring, evaluation, and mentoring, providing practical field experience and enhancing the program’s effectiveness. The results indicated improved understanding and readiness of the restaurant to apply food safety and balanced nutrition standards. This initiative is expected to enhance food service quality, protect consumer health, and support the sustainability of restaurant operations in Nanggalo, Padang City.</em></p>2026-02-28T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.poltekkespadang.ac.id/ojs/index.php/Pengabmas/article/view/2625Pelatihan Manajemen Minyak Goreng pada Penjual Makanan Jajanan Gorengan untuk Penurunan Resiko Penyakit Kardiovaskular2026-02-10T14:57:19+07:00Zulkifli Zulkiflizulkiflihifni5@gmail.comNur Ahmad Habibinahindo2025@gmail.comSri Darningsihoneng.pdg@gmail.comGhinna Alfitri Dewinahindo2022@gmail.comIsra Faza Maulananahindo2022@gmail.comIndah Fadillah Putrinahindo2022@gmail.com<p>Pedagang jajanan gorengan tradisional seperti rakik dan sala memiliki peran penting dalam pemenuhan pangan masyarakat, namun praktik pengolahan yang kurang memperhatikan keamanan pangan, penggunaan minyak goreng yang tidak sehat, serta belum diterapkannya sertifikasi halal dapat meningkatkan risiko kesehatan dan menurunkan daya saing produk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran pedagang rakik dan sala di Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman, dalam menerapkan manajemen minyak goreng yang sehat, prinsip keamanan pangan, dan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH). Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif, edukatif, dan aplikatif melalui observasi awal, penyusunan modul, edukasi, praktik langsung, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan diikuti oleh 20 pedagang. Hasil observasi awal menunjukkan seluruh mitra belum memiliki sertifikat halal dan ditemukan praktik penyimpanan minyak yang berpotensi menurunkan mutu produk. Evaluasi pengetahuan menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 57 pada pre-test menjadi 70 pada post-test, dengan peningkatan nilai minimum dan maksimum. Pendampingan lanjutan menunjukkan kesiapan mitra terpilih untuk mengajukan sertifikasi halal jalur self-declare. Kegiatan ini berimplikasi positif terhadap peningkatan kapasitas pedagang dalam pengolahan pangan yang lebih sehat, aman, dan halal, serta berpotensi mendukung pencegahan risiko penyakit kardiovaskular dan peningkatan daya saing produk kuliner lokal.</p>2026-02-28T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.poltekkespadang.ac.id/ojs/index.php/Pengabmas/article/view/2628Penyuluhan Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) Pada Pekerja Di Industri Perabot Wilayah Kerja Puskesmas Ikur Koto Kota Padang2026-02-11T08:56:30+07:00Darwel Darwelwelpiero02@gmail.comAsep Irfanasepirfan222@gmail.comRahmi Hidayantirahmihidayanti@gmail.comRahimatul Uthiarahimatuluthia@gmail.comRiyana Husnariyanahusna@gmail.comNur Ahmad Habibinurahmad@poltekkespadang.ac.idVebby Amelia Edwinvebyamelia@gmail.com<p>Pekerja industri perabot memiliki risiko tinggi terpapar debu kayu, serbuk gergaji, serta uap bahan kimia seperti lem, thinner, dan cat yang berpotensi menyebabkan iritasi saluran pernapasan dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Risiko ini diperberat oleh rendahnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), ventilasi kerja yang kurang memadai, serta minimnya edukasi kesehatan dan keselamatan kerja. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik penggunaan APD pada pekerja perabot. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, dan demonstrasi penggunaan APD kepada pekerja industri perabot di wilayah Ikur Koto, Kota Padang. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa sesi penyuluhan pada bulan Agustus 2025. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipasi, keterlibatan aktif, dan pemahaman peserta terhadap materi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan pekerja mengenai bahaya paparan debu kayu dan manfaat APD, kemampuan mempraktikkan penggunaan APD dengan benar, serta dukungan pengelola industri terhadap penerapan K3. Penerapan APD secara konsisten berpotensi menurunkan risiko ISPA dan meningkatkan kesehatan pekerja.</p>2026-02-28T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##